Inilah Desa Wonokitri, Tempat untuk Membeli Bunga Edelweis yang Resmi

| | 0 Comments

Bunga Edelweis kembali menjadi perbincangan dan ramai di medsos. Nama Bunga Edelweis mencuat kembali ke publik setelah ulah usil sekelompok pendaki di Gunung Buthak, Jawa Timur. Pendaki tersebut terpergok memetik Bunga Edelweis.

Padahal, bunga yang dikenal sebagai bunga abadi tersebut dilarang untuk dipetik di alam bebas. Meski demikian, kamu masih bisa membawa pulang bunga Edelweis dengan cara membelinya. Untuk membeli bunga Edelweis, kamu bisa datang ke Desa Wonokitri yang berada di kawasan Bromo, Jawa Timur.

Desa ini dikenal sebagai desa wisata Edelweis dan juga tempat untuk membeli Edelweis secara resmi. Desa ini terletak di Kecamatan Tosari, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur. Lokasinya berada di kawasan penyangga Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS).

Menurut Ketua Kelompok Tani Edelweiss Hulun Hyang, Teguh Wibowo, awalnya Desa Wisata Edelweiss ini dibangun untuk melestarikan kebudayaan masyarakat Desa Wonokitri. "Edelweis buat masyarakat Wonokitri itu bukan hanya sekadar bunga seperti masyarakat umum kenal, tapi lebih pada bunga sakral yang memang ini diperuntukkan untuk beberapa upacara adat yang ada di kawasan Tengger khususnya di Desa Wonokitri," kata Teguh saat dihubungi Kompas.com, Rabu (2/9/2020). Ia menceritakan, dulunya masyarakat Desa Wonokitri kerap mengambil Edelweis dari kawasan pegunungan.

Namun, seiring waktu berjalan ditambah dengan adanya larangan memetik bunga Edelweis, muncul Kelompok Tani bernama Hulun Hyang yang menginisiasi agar masyarakat bisa menanam sendiri bunga tersebut. "Maka pada tahun 2018 itu terbitlah SK Bupati yang menyatakan bahwa desa ini adalah desa wisata Edelweis," terangnya. Dikenal sebagai desa wisata, lalu apa saja daya tarik wisata dari Desa Wisata Edelweis?

Teguh mengatakan, wisatawan yang datang berkunjung akan disuguhkan dengan beragam daya tarik yang ada mulai dari pemandangan indah hamparan Edelweis hingga belajar budidayanya. Daya tarik utama yang ada di Desa Wisata Edelweis ini adalah Taman Edelweis. Taman ini berisi hamparan bunga Edelweis yang sedang dibudidayakan.

Tentunya, wisatawan bisa berfoto di tengah hamparan bunga abadi ini. Panorama latar belakangnya pun terlihat indah, yaitu pegunungan khas kawasan Bromo. Selain itu, cuaca dingin berkabut nan sejuk akan membuat wisatawan betah berlama lama di sini. Siapkan kamera atau gadgetmu untuk bisa menikmati foto di Taman Edelweis ini.

Belajar budidaya Edelweis Selain berfoto di spot Taman Edelweis, wisatawan juga bisa sekaligus belajar bagaimana membudidayakan tanaman ini. "Taman Edelweis ini kan sebagai pusat pembudidayaan Edelweis, sekaligus juga untuk edukasi wisatawan yang datang ke Desa Wonokitri yang ingin belajar bagaimana caranya untuk budidaya Edelweis," jelasnya. Wisatawan bisa belajar dan mengetahui informasi seputar budidaya Edelweis, mulai dari pemilihan biji, penyapihannya hingga cara menanam.

Teguh mengatakan, tanaman Edelweis ini seperti diketahui merupakan tanaman liar, namun bisa untuk dibudidayakan. Lanjutnya, pembudidayaan ini juga merupakan wujud dari konsep eco wisata yang digagas Desa Wisata Edelweis. "Jadi setiap customer atau wisatawan yang datang itu, selain mereka datang untuk foto, setidaknya mereka juga mendapatkan ilmu. Entah sedikit mereka akan diajari bagaimana caranya budidaya Edelweis," ungkapnya.

Memetik bunga Edelweis dan membeli suvenirnya Bagi kamu yang tertarik dan ingin membawa pulang bunga Edelweis yang ada di Desa Wonokitri ini juga bisa. Hal ini juga diizinkan atau dalam kata lain legal, baik pihak Kelompok Tani Hulun Hyang maupun pihak Taman Nasional. "Kalau kepingin metik bunga Edelweis bisa, kalau kepingin beli sovenirnya juga bisa secara legal di sini," kata Teguh.

Wisatawan bisa membeli sovenir bunga Edelweis yang dijual berbentuk gantungan kunci, boneka, kalung dan lainnya. Harga sovenir yang dijual mulai dari Rp 20.000 hingga Rp 50.000. Untuk sovenir gantungan kunci dijual dengan harga Rp 20.000 dan kalung Rp 50.000, dan boneka Rp 50.000.

Ada juga sovenir yang biasa dipakai untuk pernikahan, dijual dengan harga mulai dari Rp 150.000 sampai Rp 250.000. "Ini yang buat kelompok tani Hulun Hyang, jadi kita ambil biji Edelweis untuk kita budidayakan. Setelah diambil bijinya, daripada bunganya dibuang kan, lebih baik kita buat sovenir, tapi kita secara legal. Kalau sudah pada tahu kan banyak yang jual di kawasan Bromo, tapi rata rata itu ilegal, tapi di sini legal," tuturnya. Harap bersabar, desa ini belum dibuka kembali untuk saat ini.

Teguh mengatakan, pada saat ini Desa Wisata sedang direnovasi untuk penambahan fasilitas yang ada. "Mungkin akan kami buka kembali akhir tahun, jadi sekarang belum bisa dikunjungi dulu mas," ujarnya. Lalu untuk harga tiket masuknya, sebelum direnovasi, wisatawan hanya perlu membayar tiket masuk dengan sistem donasi atau sukarela. Belum ada ketetapan harga tiket masuk di Desa Wisata Edelweis yang diatur oleh Peraturan Desa (Perdes), kata dia.

Untuk akses menuju desa ini, wisatawan bisa arahkan kendaraan ke Desa Wonokitri. Setelah itu, sekitar 400 meter bisa ditempuh dengan kendaraan roda empat maupun roda dua. Lokasi Taman Edelweis dan Desa Wisata ini berada di pinggir jalan besar dan mudah terlihat.

Jika kamu dari pintu masuk Bromo, sekitar 500 meter ke arah utara Desa Sedaeng.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *