Menjaga Personal Hygine dan Kebersihan Lingkungan Sekolah

| | 0 Comments
kebersihan lingkungan sekolah

Kebersihan lingkungan sekolah memanglah harus tetap terjaga, karena hal tersebut menjadi faktor penting yang bisa dilakukan untuk mencegah virus Corona di tengah kondisi yang masih pandemi.

Walau sekolah harus memutuskan pembelajaran secara tatap muka dan ditiadakan serta diberlakukan pembelajaran dengan jarak jauh. Maka sekolah harus tetap menaikkan standar kebersihan lingkungan sekolah melalui prosedur pembersihan.

Menjaga Personal Hygine

Jika tatap muka berhasil diresmikan, pastinya para personil yang masuk ke sekolah harus menjaga kebersihan diri dan kebersihan lingkungan sekolah. Sementara untuk menjaga kebersihan diri sendiri atau personal hygiene maka para siswa harus diwajibkan mensterilkan diri saat akan masuk ke dalam kelas.

Seperti mencuci tangan sebelum masuk dan menjaga jarak ┬áminimal 1 meter antara satu dengan yang lainnya. Dan di wajibkan untuk melakukan personal hygiene di rumah masing – masing.

Apa Langkah yang Harus Dilakukan untuk Menjaga Kebersihan di Lingkungan Sekolah ?

 

Menjaga Kebersihan Lingkungan Sekolah

Sekolah harus membuat bilik desinfektan di dekat pagar sekolah. Karena untuk memusnahkan virus covid 19 di tubuh tak cukup dengan hand sanitizer saja, maka peran bilik desinfektan memanglah sangat perlu karena tak ada yang menjamin virus dapat menempel di badan atau tirak.

Siapapun yang akan masuk ke lingkungan sekolah sebaiknya memang harus dalam kondisi sehat dan steril dari virus sebagai tindakan pencegahan virus corona atau yang biasa disebut dengan covid 19.

Selain itu, sekolah juga dapat bekerja sama dengan dinas kesehatan untuk penyediaan bilik desinfektan di depan sekolah, pertimbangkan juga untuk menyediakan wastafel portabel atau kran dengan sabun agar guru, siswa atau wali murid yang masuk ke sekolah dapat dengan mudah mencuci tangan dengan sabun.

Sekolah juga wajib menyemprotkan desinfektan di seluruh sudut sekolah. Palang Merah Indonesia setempat biasanya menerima permintaan penyemprotan desinfektan ke seluruh ruangan yang biasa diakses orang, ruangan tersebut bisa disterilkan.

Ruangan seperti kelas, aula sekolah, ruang guru atau kamar mandi. Sejumlah lokasi yang tersembunyi juga tak luput didesinfektan. Kapasitas desinfektan paling cukup 15 liter untuk mensterilkan berbagai spot.

Penyemprotan desinfektan juga bisa dilakukan di berbagai sudut bangunan, lorong sekolah, akses tangga hingga tempat parkir. Petugas kebersihan sekolah juga harus tetap bekerja walau sekolah diliburkan. Karena petugas sekolah harus memastikan bahwa benda – benda di sekolah tetap steril dan bersih, terutama di bagian permukaan meja, kursi, gagang pintu, lantai keramik dan benda paling banyak disentuh.

Barang yang banyak disentuh adalah barang yang yang paling banyak mengandung kuman.  Pihak sekolah juga harus menyediakan hand sanitizer di seluruh sudut sekolah, karena penerapan protokol kesehatan akan mudah terlaksana apabila sarana dan prasarana kesehatan di sekolah memadai.

Sedangkan kuman dan bakteri juga dapat bersembunyi di mana saja hingga diperlukan akses cuci tangan yang mudah ditemukan semua orang, karena sekolah biasanya menyediakan wastafel portable.

Selain itu, sekolah juga harus membersihkan kaca jendela agar sirkulasi udara tetap bersih dan sehat. Serta jangan lupa untuk membersihkan kamar mandi tiap enam jam sekali, memasang tanaman rindang di sudut – sudut ruangan dan menghimbau untuk tetap taat pada peraturan atau protokol kesehatan. Sedangkan untuk di area kamar mandi haruslah dibersihkan sesering mungkin. Karena di kamar mandi adalah area yang paling banyak dihinggapi kuman dan bakteri.

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *