Deathstalker, Racun Paling Mematikan di Dunia yang Setetesnya Dihargai Rp 2 Juta

| | 0 Comments

Racun kalajengking merupakan racun yang paling mematikan. Namun tahukah kamu jika racun ini ternyata dijual dengan harga yang fantastis? Cairan racun kalajengking atau yang dikenal dengan nama Deathstalker adalah satu di antara jenis racun yang paling berbahaya di bumi ini.

Racun ini juga merupakan cairan yang dijual dengan sangat mahal. Dilansir dari This Is Insider, harganya bisa mencapai 39 juta dolar atau setara dengan Rp 603 miliar per botol. Untuk mendapatkan satu galon penuh, penjual cairan ini akan memerah racun kalajengking sebanyak 264 juta kali untuk mengisinya hingga penuh.

Untuk satu tetes racun mematikan ini, kamu bisa membelinya dengan 130 dolar atau setara dengan Rp2juta. Mengapa racun ini dijual dengan harga yang cukup mahal? Alasannya cukup sederhana, karena racun tersebut sulit didapat.

Racun kalajengking hampir selalu diperah dengan tangan satu demi satu. Setiap satu kalajengking paling banyak menghasilkan sekitar dua miligram racun dalam satu waktu saja. Risiko untuk mendapat sengatan racun dari kalajengking ini bisa saja terjadi pada si pemerah.

Bahkan satu serangan saja mungkin bisa membunuh manusia yang sedang dalam keadaan sehat. Dikutip dari This Is Insider, sengatan kalajengking itu dirasakan 100 kali lebih menyakitkan daripada sengatan lebah. Mengapa orang orang banyak berburu racun kalajengking ini?

Alasannya karena memiliki manfaat dalam hal kesehatan. Racun kalajengking yang mengerikan ini ternyata memiliki banyak komponen berguna yang membantu merintis obat obatan medis. Chlorotoxins misalnya menjadi komponen yang mampu mengikat sel kanker tertentu di otak dan tulang belakang.

Para peneliti telah menggunakan kalajengking untuk menghilangkan malaria pada nyamuk. Dalam sebuah penelitian, komponen Kaliotoxin juga telah diberikan kepada tikus untuk melawan penyakit tulang. Ini baru sebagian besar manfaat medis yang ditemukan dari racun kalajengking.

Diharapkan semakin banyak melakukan riset, maka semakin banyak temuan yang akan mereka dapatkan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *