Cara Mudah Mengurangi Pemakaian Sampah Plastik

| | 0 Comments
Sampah Plastik

Sampah plastik memiliki dampak buruk bagi lingkungan dan kesehatan manusia, serta sulit terurai atau membutuhkan waktu hingga beratus-ratus tahun untuk mengurainya. Bayangkan Jika setiap hari sampah dari plastik diproduksi? Betapa menumpuknya bumi dengan sampah? Hal ini tentu harus kita perhatikan bersama. Sebagai manusia yang tinggal di bumi, sudah saatnya kita menjaga lingkungan agar tetap bersih dan asri dari sampah.

Pemakaian barang dari bahan plastik memang sulit dilepaskan dari kehidupan saat ini, mengingat barang berbahan plastik ini sifatnya ringan, praktis dan mudah ditemukan. Hal tersebutlah yang membuat banyak orang lebih memilih menggunakan barang berbahan plastik. Alhasil sampah plastik yang semakin menumpuk pun tidak bisa dihindari.

Cara Mengurangi Pemakaian Sampah Plastik

Meskipun pemakaian plastik sulit dihindari, namun bukan berarti Anda tidak bisa menguranginya. Dimulai dari diri kita sendiri untuk mengubah kebiasaan kecil menggantikan barang sekali pakai, dengan barang yang bisa dipakai berkali-kali. Adapun berikut ini merupakan beberapa cara mudah mengurangi pemakaian sampah plastik yang bisa Anda lakukan, di antaranya yaitu:

1. Membawa Tas Belanja Pribadi

Cara mengurangi sampah plastik pertama yang bisa dilakukan yaitu dengan membiasakan diri membawa tas belanja pribadi ketika ingin berbelanja ke pasar atau supermarket. Hal ini bertujuan untuk menghindari pemakaian kantong plastik.

Pasalnya di sebagian besar pusat perbelanjaan sudah menerapkan peraturan pembayaran kantong plastik, namun sayangnya masih banyak orang yang rela mengeluarkan uang untuk bisa menggunakan kantong plastik. Padahal alangkah baiknya jika kita membawa tas belanja sendiri yang terbuat dari bahan kain agar bisa digunakan berkali-kali.

2. Bawa Botol Minum

Ketika sedang berpergian, alangkah baiknya jika Anda membawa botol minum sendiri. Meski terlihat sepele, nyatanya cara ini terbukti membantu mengurangi penggunaan botol plastik kemasan. Botol minum juga aman digunakan berkali-kali dibandingkan dengan botol kemasan.

Pasalnya hampir setiap tahun terdapat 20 miliar botol plastik yang berada di tempat sampah [5]. Jika ini terus terjadi, bagaimana keadaan lingkungan 5 sampai 10 tahun ke depan? Tentu kondisinya akan semakin buruk. Oleh sebab itu, alangkah baiknya kita membawa botol minum sendiri yang bisa diisi ulang untuk mengurangi sampah plastik.

3. Makanan Dalam Wadah Kaca

Bukan hanya membawa botol minuman sendiri, alangkah baiknya jika Anda juga menggunakan wadah makanan kaca untuk menyimpan makanan. Penyimpanan makanan dalam wadah kaca bukan hanya mengurangi pemakaian kemasan berbahan plastik, tetapi juga menjaga kualitas makanan Anda agar tetap aman dan bersih. [1] Berbeda dengan wadah makanan plastik yang berbahaya bagi kesehatan tubuh serta menambah produksi limbah plastik.

4. Memilih Es Krim Cone dibandingkan Es Krim Cup

Cara mengurangi penggunaan sampah plastik selanjutnya yaitu dengan memilih es krim cone dibandingkan dengan es krim cup. Es krim cup biasanya menggunakan wadah plastik untuk menyimpan es krimnya, sehingga hal ini dapat menambah produksi sampah. [2]

Berbeda dengan es krim cone yang menggunakan wafer berkerucut sebagai wadah es krim, di mana cone tersebut bisa dikonsumsi, sehingga tidak menambah sampah ketika membeli es krim.

5. Melakukan Daur Ulang

Jika ada beberapa barang yang masih menggunakan bahan plastik, Anda bisa mengatasi sampah plastik dengan daur ulang atau memanfaatkan barang tersebut untuk hal lain. Misalnya, Anda bisa memanfaatkan botol plastik sebagai pot tanaman, atau jika botolnya sedikit lebih besar bisa dikreasikan menjadi celengan. Jika Anda sangat kreatif, Anda bisa memanfaatkan sampah plastik tersebut menjadi benda yang memiliki nilai jual.

Bijak Berplastik bersama AQUA

Sudah saatnya kita bijak dalam menggunakan barang berbahan plastik agar tidak menambah produksi sampah di lingkungan. Danone-AQUA menjadi salah satu perusahaan yang berkomitmen mengurangi sampah dari plastik di lingkungan dan sampah yang masuk ke lautan melalui pendekatan komprehensif dan menciptakan model bisnis sirkular. Pada 5 Juni 2018, Danone-AQUA mulai meluncurkan kampanye #BijakBerplastik dan mengajak masyarakat Indonesia untuk lebih peduli lingkungan.

Saat ini, 70% bisnis dari Danone-AQUA sendiri berasal dari produksi air minum dan kemasan galon isi ulang. Terdapat tiga langkah penting yang dilakukan Danone-AQUA dalam mengelola sampah botol plastik yaitu mengembangkan ekosistem pengumpulan sampah plastik terlebih dahulu, setelah itu mengedukasi konsumen untuk bertanggung jawab terhadap sampah yang dihasilkannya, serta melakukan inovasi terhadap pembuatan kemasan yang digunakan

AQUA juga berkomitmen mengumpulkan sampah plastik dari lingkungan yang lebih banyak pada tahun 2025 [3]. Adapun langkah yang diambil untuk mengumpulkan serta mendaur ulang plastik lebih banyak yaitu dengan meningkatkan program bisnis sosial seperti bank sampah. Bukan hanya itu, AQUA juga menggunakan teknologi canggih untuk mengumpulkan sampah plastik lebih banyak.

Langkah selanjutnya, AQUA juga menargetkan penyebaran kesadaran atau mengedukasi lebih banyak masyarakat untuk bijak menggunakan barang berbahan plastik. Rencananya, AQUA akan mengkampanyekan program BIBER atau #BijakBerplastik ke 100 juta konsumen [4].

Itulah beberapa hal mengenai cara mudah mengurangi sampah plastik yang bisa Anda lakukan di rumah sehari-hari, serta program BIBER #Bijakberplastik bersama AQUA yang bisa Anda ikuti. Mari sama-sama melindungi bumi dari sampah plastik.

Referensi:

1 https://www.seva.id/blog/langkah-mudah-mengurangi-sampah-plastik-di-rumah-102019/

  1. https://www.rumah.com/panduan-properti/15-cara-mengurangi-sampah-plastik-rumahan-dan-contoh-daur-ulangnya-27696
  2. https://bijakberplastik.aqua.co.id/publikasi/edukasi/cara-mengatasi-penyebaran-sampah-dengan-budaya-daur-ulang-sampah-plastik/
  3. https://bijakberplastik.aqua.co.id/
  4. https://www.tokopedia.com/blog/cara-mengurangi-sampah-plastik/amp/

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *