Paling Lengkap Niat Mandi Keramas Puasa Ramadan

swaberita.com  > Lifestyle >  Paling Lengkap Niat Mandi Keramas Puasa Ramadan
| | 0 Comments

Mandi wajib atau keramas sebelum memulai ibadah puasa Ramadhan, memang dianjurkan dalam ajaran Islam. Namun, terdapat variasi pandangan di kalangan ulama mengenai hal ini. Sebagian berpendapat bahwa membersihkan diri dari hadats adalah syarat sah untuk menjalankan puasa, sementara yang lain menganggapnya sebagai sesuatu yang makruh.

 

Sebagaimana disebutkan oleh Syafi’i Hadzami dalam buku Taudhihul Adilah, disarankan bagi seorang Muslim yang dalam keadaan hadats besar untuk mandi sebelum fajar. Pendapat ini sejalan dengan yang dikemukakan oleh Syeikh Ibnu Ruslan dalam karyanya, Zubad.

 

وَالْفِطْرُ بِالْمَاءِ لِفَقْدِ الثَّمَرِ : وَغَسْلُ مَنْ أَحْنَبَ قَبْلَ الْفَجْرِ

Artinya: “Sunnah berbuka dengan air jika ketiadaan kurma. Dan sunnah mandi orang yang junub sebelum fajar.”

 

Sementara itu, dalam sebuah hadis yang disampaikan oleh Abu Hurairah RA, yang dirangkum dari Kitab Lengkap dan Praktis Fiqh Wanita oleh Abdul Syukur Al-Azizi, serta buku Tata Cara Puasa Wanita: Seri Fikih Wanita Empat Madzhab oleh Muhammad Utsman Ak-Khasyt dengan terjemahan oleh Abu Nafis, Rasulullah SAW pernah menyatakan sebagai berikut.

 

من أَصْبَحَ جُنُبا فَلَا صَوْمَ لَهُ

Artinya: “Barang siapa yang pada pagi hari dalam keadaan berhadats besar maka tak ada puasa baginya.” (HR Bukhari)

 

Terdapat pandangan mengenai mandi wajib bagi wanita yang sedang mengalami haid dan berniat untuk berpuasa. Jika darah haid seorang wanita telah berhenti sebelum waktu fajar (Subuh), namun ia belum sempat mandi hingga setelah waktu fajar, maka dia diizinkan untuk berpuasa.

 

Tidak diwajibkan bagi orang yang berpuasa untuk memastikan bahwa mereka dalam keadaan suci (junub), sementara hukum yang berlaku bagi wanita yang telah selesai haid sebelum fajar serupa dengan hukum bagi orang yang berada dalam keadaan junub.

 

Niat Mandi Keramas Puasa Ramadan

 

Diambil dari buku Panduan Lengkap Shalat Wajib dan Sunah Berikut Juz ‘Amma Untuk Pemula yang ditulis oleh Zaky Zamani, berikut adalah niat untuk keramas sebelum puasa Ramadan:

 

Niat ini diucapkan saat memulai membasuh tubuh dengan air pertama. Niat untuk mandi wajib atau keramas sebelum puasa Ramadan adalah sebagai berikut:

 

نَوَيْتُ الْغُسْلَ لِرَفْعِ الْحَدَثِ الاَ كَبَرِ فَرْضًا للهِ تَعَالَى

Nawaitul ghusla liraf’il hadasil akbari fardlal lillaahi ta’aalaa

Artinya: “Aku niat mandi wajib untuk menghilangkan hadas besar, fardhu karena Allah Ta’ala.”

Tata Cara Mandi Keramas Puasa Ramadan

 

Secara prinsip, mandi wajib melibatkan menyiramkan air ke seluruh tubuh sesuai dengan aturan yang telah ditetapkan. Aturan-aturan tersebut tidak secara spesifik memerintahkan untuk keramas saat mandi wajib.

 

Namun, bagi seseorang yang melakukan mandi wajib, penting untuk mengucapkan niat dan mengikuti prosedur mandi wajib dengan menyiramkan air merata ke seluruh tubuh. Berikut adalah tata cara mandi keramas puasa Ramadhan:

 

1. Mengucapkan niat

2. Membersihkan semua bagian tubuh dengan air, dari ujung rambut hingga ujung kaki. Masih merujuk pada buku yang sama, berikut adalah sunnah-sunnah mandi untuk menghilangkan hadats:

    • Memulai dengan membersihkan semua kotoran dan najis dari tubuh.
    • Prioritaskan berwudhu sebelum mandi.
    • Mengucapkan basmalah.
    • Berkumur dan menghirup air ke dalam hidung.
    • Menghadap kiblat.
    • Memberikan prioritas pada membersihkan bagian tubuh kanan sebelum yang kiri.
    • Membersihkan tubuh hingga tiga kali.
    • Membaca doa sesudah mandi, dengan doa yang sama seperti setelah wudhu.

 

Dengan melakukan mandi wajib dan keramas sesuai dengan ajaran yang diajarkan, kita dapat mencapai tingkat kesadaran yang lebih tinggi dalam menjalankan perintah agama, sehingga memperkuat ikatan spiritual dengan Allah SWT dan meningkatkan kualitas ibadah kita secara keseluruhan.

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *