Kemenperin: Desain Produk Indonesia Belum Berkembang

| | 0 Comments

Dirjen Industri Kecil, Menengah dan Aneka (IKMA) Kementerian Perindustrian, Gati Wibawaningsih mengungkap saat ini desain produk Indonesia belum begitu berkembang sebagaimana pada negara negara maju. "Daya serap industri terhadap desain produk dan profesi desainer masih tergolong rendah. Masih banyak pelaku industri, terutama yang berskala kecil dan menengah yang masih mengutamakan fungsi dan belum mempertimbangkan desain sebagai faktor pendorong utama dalam meningkatkan daya saing produknya," tutur Gati saat peluncuran Indonesia Good Design Selection (IGDS) secara virtual, Rabu (22/7/2020). Perhatian terhadap perlindungan kekayaan intelektual juga perlu untuk ditingkatkan. Sebagai contoh, ketika suatu produk dengan desain tertentu menjadi viral, pelaku IKM akan berbondong bondong untuk meniru desainnya tanpa peduli dengan pelanggaran kekayaan intelektual yang akan terjadi.

"Penghargaan masyarakat secara umum akan pentingnya desain produk juga masih terbilang rendah," ungkap Gati. Dirjen IKMA melihat sinyal positif bahwa kesadaran tersebut perlahan meningkat. Masyarakat khususnya di perkotaan sudah semakin aware dengan nilai estetis suatu produk dan permintaan akan produk yang tidak hanya memiliki nilai fungsi namun juga nilai estetis juga semakin besar.

Hal ini terlihat dari semakin banyaknya studio desain yang hadir, meskipun mayoritas masih berada di kota kota besar. "Fenomena ini menjadi tanggung jawab kita bersama dan peran asosiasi desainer, institusi pendidikan dan asosiasi industri sangat krusial untuk memelihara trend positif tersebut," terang Gati. Kemenperin melalui Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka telah menunjukkan apresiasi atas karya desain di Indonesia dengan memberikan penghargaan Indonesia Good Design Selection (IGDS) kepada insan desain sejak sejak tahun 2001 sampai dengan tahun 2020 yang telah menginjak edisi yang ke 17 kalinya.

Penghargaan ini mendapat dukungan dari berbagai pihak, mulai dari asosiasi desainer, akademisi, asosiasi dan insan industri dan para pembina industri di daerah sehingga masih mampu bertahan sampai dengan saat ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *